Proses Bayi Tabung

Proses Bayi Tabung – Proses bayi tabung dalam adalah in vitro fertilization atau IFV. Proses bayi tabung merupakan kehamilan yang diawali dengan sel telur yang dilakukan pembuahan oleh sperma namun diluar tubuh dan berada didalam suatu tabung. Biasanya prosesur dari bayi tabung yang dilakukan adalah setelah minum obat-obatan, tindakan pembedahan atau inseminasi buatan yang tidak membantu mengatasi masalah ketidaksubruan.

Proses Bayi Tabung

Proses Bayi Tabung

Proses Bayi Tabung 

Dan proses metode bayi tabung ini terdiri dari beberapa rangkaian prosedur, yang diantaranya adalah :

  1. Merangsang tubuh wanita menggunakan suntik hormon supaya bisa menghasilkan beberapa sel telur dengan sekaligus.
  2. Pengujian yang dilakukan lewat ters darah atau juga ultrasound untuk dapat menentukan kesiapan dari pengambilan sel telur. Dan sebelumnya pihak dari wanita juga biasanya akan diberikan suntikan yang akan membantu untuk membuat sel telur matang sehingga berkembang dan akan memulai proses pembuahan.
  3. Selama proses pengambilan sel telur, maka biasanya dokter akan mencari folikel didalam rahim dengan cara melakukan metode ultrasound. Dan sel telur ini kemudian akan diambil dengan cara menggunakan jasrum khusus yang mempunyai rogga. Prosesdur seperti ini biasanya berlangsung kurang lebih selama 30 menit hingga 1 jam. Dan sebagian wanita yang diberikan oleh obat pereda nyeri sebelum mereka melakukan prosedur ini, tetapi dapat juga diberikan obat penenang ringan yang diberikakn dengan cara dibius total.
  4. Kemudian sel telur ini akan segera dipertemukan dengan sperma pasangan mereka, yang pengambilannya dilakukan dengan cara yang sama. Setelah itu akan disimpan didalam klinik untuk bisa memastikan perkembangan yang terjadi bisa makmsial.
  5. Dan setelah embrio dari hasil pembuahan sel telur serta sperma ini dianggap sudah cukup matang, maka embrio tersebut akan dimasukkan ke dalam rahim. Dan dokter akan memasukkan secara tabung penyalur didalamnya yang disebut dengan kateter ke dalam vagina wanita sampai ke dalam rahim. Untuk bisa membuka peluang besar kehamilan, maka tiga embrio ini biasanya akan ditransfer dengan sekaligus.
  6. Dua minggu setelah transfer embrio dilakukan, maka pihak wanita biasanya diminta untuk melakukan tes kehamilan.

Proses bayi tabung biasanya disarankan untuk mereka yang sudah berusia diatas 40 tahun ke atas dengan keluhan seperti :

  1. Gangguan pada tuba fallopi atau rahim yang berbentuk seperti kerusakan dan juga sumbatan dari jalur sel telurnya.
  2. Gangguan dari ovulasi yang dapat membuat produksi sel telur menjadi tidak maksimal.
  3. Endometriosis
  4. Produksi sperma dengan kualitasnya yang kurang baik.
  5. Masalah pada sistem imun yang menyebabkan sel telur dan sperma terganggu.
  6. Sperma yang tidak bisa melewati cairan leher rahim.
  7. Alasan dari masalah mengenai ketidaksuburan yang memang tidak diketahui secara jelas.
  8. Mempunyai resiko penyakit keturunan. Dengan melakukan proses bayi tabung ini, sel telur yang sudah dibuahi bisa diskrining dengan menggunakan kode genetiknya untuk bisa mencari masalah genetik tertentu. Dan setelah embrio ini dinyatakan tidak mempunyai resiko penyakit maka baru bisa diturunkan. Dan bisa ditanamkan didalam rahim.

Proses bayi tabung tetap mempunyai resiko yang seharusnya mendapatkan pertiimbangan matang dari pihak keduanya. Dan salah ssatu resiko yang saat prosedur pengambilan sel telur, kemungkinan terjadinya infeksi bisa saja terjadi, pendarahan, serta bisa menyebabkan gangguan di usus atau juga pada organ lainnya.

Dan ada juga resiko dari segi pemberian obat-obatan yang digunakan supaya bisa merangsang atau menstimulasi ovarium akni sindrom hiperstimulan ovarium. Efek yang akan dirasakan biasanya beragam, dari mulai perut kembung, kram, atau juga nyeri ringan, berat badan yang bertambah sampai rasa sakit yang hebat dibagian perut. Efek yang berat yang harusnya ditangani oleh rumah sakit meskipun biasanya gejala akan hilang disaat siklus ovarium sudah selesai.

Selain itu, resiko dari proses bayi tabung adalah ;

  1. Resiko mengalami keguguran
  2. Resiko kehamilan kembar, jika embrio yang ditanamkan lebih dari satu.
  3. Kelahiran yang prematur dengan bayi yang berbobot rendah
  4. Kehamilan ektopik atau diluar rahim
  5. Bayi lair dengan cacat fisiknya
  6. Stress akibat proses bayi tabung yang menguras tenaga, emosi, serta biaya.

Terdapat beberapa hal yang bisa menentukan tingkat keberhasilan dari proses bayi tabung. Usia wanita adalah faktor yang paling penting. Usia yang optomal untuk wanita dengan tingkat keberhasilan dari proses bayi tabung adalah yang berusia 21-39 tahun. dan selain itu, faktor lain yang berperan besar pada proses bayi tabung adalah berat badan, merokok, asupan alkohol, kafein, tingkat stress, riwayat kehamilan yang sebelumnya, kualitas dari embrio dan juga jumlah embrio yang dimasukkan ke dalamnya.

Untuk bisa menjalani proses bayi tabung agar bisa hamil, maka Anda membutuhkan berbagai faktor dalam hal medis dari kedua belah pihak. Dan kesiapan dari finansial juga suatu hal yang tidak kalah penting, mengingat karena biaya proses bayi tabung yang memakan uang banyak. Dan sebaiknya selalu melakukan konsultasi dengan dokter Anda supaya bisa mendapatkan solusi yang terbaik lainnya.

Proses Bayi Tabung


=====================================

>>> Siapa yang tidak subur? Suami atau Istri? Ikuti Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Bayi Tabung and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *